Karyaku

I Like Writing. Menulis apapun yang saya inginkan. ^_^

My Life

Perjalanan Kehidupan yang penuh makna.

Pelajaran

Ilmu dan pelajaran yang kita dapatkan dari semua hal.

Ceritaku

Perjalanan yang seru..... Manis dan pahit..... menyenangkan untuk diceritakan

Download

Berbagai novel, kumpulan ebook dan aplikasi lainnya

Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Februari 2015

Pengenalan Tahsin

By : Mbk Sofie
Place : Gendingan Rumah m sofie



Liqo' diisi dengan materi Tahsin yang disampaikan oleh mbk sofie. Yang intinya Dalam membaca Al Qur'an, Hak dan sifat-sifat huruf harus dipenuhi karena jika tidak bisa berakibat kesalahan arti atau berbeda dengan arti sesungguhnya.
Rupanya membaca Al qur'an tidak sesimple kita belajar bahasa inggris atau bahasa indonesia. Lebih rumit, hanya karena panjang pendeknya dan salah satu huruf bisa diartikan yang berbeda.
Tapi tahu kah antum? bahwa ketika kita membaca al qur'an semisal alif lam mim maka setiap hurufnya bernilai 10 kebaikan. Hanya dengan membaca alif saja, mendapat 10 kebaikan apalagi jika kita mengkhatamkannya berapa banyak kebaikan yang akan kita dapat.
Namun dengan catatan bahwa kita membaca qur'an dengan benar. Dalam surat Al Muzammil di jelaskan bahwa Allah memerintahkan kita untuk membaca Qur'an dengan Tartil. Tartil disini di artikan bahwa kita tahu tajwidnya dan tempat berhentinya. Jadi kawan, ini perintah dari Allah secara langsung agar kita belajar Tahsin. Wajib tntunya bagi kita karena Al qur'an merupakan pegangan hidup. So.. Target selanjutnya adalah belajar Tahsin. 1 bulan kedepan harus bisa. Ayuuukkk kawan kita belajar bersama. Agar hidup lebih hidup..

Selasa, 11 Februari 2014

One Day One Juz ( ODOJ )





One Day One Juz ( ODOJ ) adalah program yang diinisiasi oleh Rumah Qur’an untuk memfasilitasi dan mempermudah kita dalam tilawah Al-Qur’an dengan targetan 1 juz sehari.
Dengan memanfaatkan Instant Messager, tilawah 1 juz sehari jadi lebih menyenangkan dan lebih termotivasi.
Mekanismenya adalah membangun grup ODOJ di Whatsapp dimana 1 grup beranggotakan 30 orang, kemudian dibuat sistem pelaporan dan lelangan juz maka targetan yang ingin dicapai adalah 30 JUZ Al-QUR’AN dapat diselesaikan oleh satu grup setiap harinya dan KHATAM PRIBADI setiap bulannya dengan asumsi 1 anggota tidak absen tilawah juz Al-Qur’an secara berurutan selama sebulan. Kemudian juga ada PJ Harian dari anggota yang bergantian bertugas mengupdate laporan juz, memonitoring, dan mengatur lelangan untuk mencapai targetan tadi.
Bagi anda yang tertarik dengan program ini, silahkan daftar ke CP kami di page pendaftaran untuk tergabung di grup ODOJ.
Insha Allah..TILAWAH JADI LEBIH FUN DAN SEHARI SEJUZ JADI LEBIH RINGAN…^_^

Saya dah daftar lho... dan emang seru banget..
banyak penyemangat dan tentunya teman yang memotivasi kita.

Buruan daftar disini

Selasa, 22 Oktober 2013

Apa Alasan Anda untuk Menunda atau Segera Menikah? (2)

 null
 
Jangan menikah karena mengejar ketepatan waktu, tapi menikahlah pada waktu yang tepat!” 
 
 
Lanjutan dari ARTIKEL pertama
Menikahlah di Saat yang Tepat
Jika kita mentadabburi firman Allah, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu; wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imran: 14).
 Kenapa wanita didahulukan penyebutannya dari pada anak-anak, harta dan lainnya? Sampai-sampai Rasulullah mengatakan, “Pandangan adalah satu anak panah di antara anak panah-anak panah iblis. Barangsiapa yang meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah Azza wa Jalla akan memberikan keimanan dan ia merasakan manisnya di hatinya.” (HR. Al-Hakim). Jikalau setan sudah kewalahan menggoda manusia, maka ia akan masuk dari godaan wanita.
Begitupun firmanNya, “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah.”(Q.S. al-Maidah: 38). Bandingkanlah, “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah (cambuklah) tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera (cambuk)."(QS. An-Nûr:2). Dalam hal pencurian, laki-laki lebih dulu disebutkan kemudian wanita. Namun mengapa wanita lebih dahulu disebutkan dalam hal perzinahan?
Sebab inilah kunci utama dari munculnya fitnah syahwat. Fitnah terbesar itu, fitnah wanita. Ketika wanita tidak lagi menjaga kehormatan dirinya, tidak lagi menutup auratnya dan jauh dari syariatnya. Inilah fitnah godaan terdahsyat. “Sesungguhnya tipu daya kamu (wanita) adalah besar." (QS. Yusuf: 28).
Karena wanitalah juga Bani Israil pertama kali dibinasakan. “Sesungguhnya dunia ini manis dan hijau. Dan sesungguhnya Allah menyerahkannya kepada kalian untuk diurusi kemudian Allah ingin melihat bagaimana sikap kalian terhadapnya. Berhati-hatilah dari fitnah dunia dan waspadalah terhadap wanita. Karena cobaan pertama yang melanda Bani Israil adalah wanita.” (HR. Muslim). Dibalik kelembutannya ternyata tersimpan seribu bahaya. Tentu berbeda halnya dengan, “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim).
Itulah hikmah mengapa dien ini mensyariatkan namanya menutup aurat, menjaga pandangan, pernikahan, poligami dan lainnya. Agar menjaga dari fitnah ini. Sekalian, “Wahai sekalian pemuda, barangsiapa di antara kalian yang sudah mampu untuk menikah, maka segeralah menikah, karena nikah akan lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kehormatan.” (Muttafaqun alaihi).
Sebab ini akan lebih menjaga kehormatan diri. Kalau masih singgle mungkin pikirannya selalu saja melayang tidak menentu. Seolah semua wanita memikat, menarik perhatian. Maka setelah menikah akan lebih fokus. Tidak lagi kesana-kemari. Karena  menikah akan lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kehormatan.
Kalau menunda pernikahan karena alasan finansial, belum mapan, ini keliru. Tidak-kah kita percaya dan ragu-ragu dengan janji Allah yang pasti?
"Jika mereka (orang yang akan menikah) miskin, Allah akan membuat mereka kaya dengan karunia-Nya..." (QS. An-Nur: 32).  Tidak perlu menunggu kaya baru menikah. Tapi menikahlah Allah akan mengkayan anda. Abu Bakar as-Shiddiq –radiallahu ‘anhu- ketika turun ayat ini langsung mengatakan, “Sungguh aku heran, takjub pada seseorang yang tidak mencari kekayaan dengan menikah!
Begitupula, “Apabila seorang hamba telah menikah, berarti dia telah menyempurnakan setengah dari agamanya maka bertaqwalah kepada Allah terhadap setengahnya yang lainnya.” (HR At-Thabrani).
Bukankah menikah merupakan bagian dari ketaqwaan, kenapa penyebutannya harus dipisahkan? Menunjukkan betapa agungnya yang namanya pernikahan. Sungguh benar, kita yang belum menikah masih termasuk kategori orang miskin, pengangguran, kenapa? Jika saja yang sudah menikah sudah disebut menyempurnakan separuh dari dien, lantas bagaimana yang belum menikah, seper berapa yang kita punya? Belum tentu juga bertaqwa. Pengangguran, sebab kita masih selalu memikirkan bagaimana bisa mengajukan lamaran.
Dan jika memang sudah punya tekad yang bulat. Mintalah petunjuk, pertolongan dari Allah. Sebab, “Ada 3 kelompok manusia yang pasti ditolong Allah, salah satunya adalah pemuda yang menikah untuk menjaga kehormatan dirinya.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Nasa'i).
Jika ada yang bertanya pada Anda, “Kapan menikah?” Maka,  “Jangan menikah karena mengejar ketepatan waktu, tapi menikahlah pada waktu yang tepat!”*/Muhammad Scilta Riska, email muhammadsciltariska@yahoo.co.id

Apa Alasan Anda untuk Menunda atau Segera Menikah? (1)

 Untuk persiapan lebaran, menyambut tamu istimewa saja seseorang bisa melakukan persiapan khsusu. Bagaimana jika acara yang berlaku seumur hidup? 
 
 null
Ada ulama menunda umur sampai 40 tahun baru menikah karena sibuk menjaga ilmu, kalau kita sibuk apa? 
 
MUNGKIN ada di antara kita,  punya fikiran sedang menimbang-nimbang menunda menikah. Atau sebaliknya, sudah pada tarap memutuskan segera menikah. Mengapa?
Entahlah, alasannya bermacam-macam. Ada yang berfikir masalah persiapan, baik finansial maupun batin. Ada juga, masih mau mengejar karier-nya, dsb dll.
Coba renungkan, Nabi Adam ‘alaihissalam ketika baru saja diciptakan oleh Allah. Kemudian ditempatkan di surga yang penuh dengan segala  kenikmatan tak tertandingi. Namun dibalik kenikmatan agung itu, ternyata Nabi Adam masih saja membutuhkan yang namanya pendamping, Siti Hawa. Bagaimana lagi dengan kita yang hanya hidup di dunia fana, penuh fitnah ini?
Bahkan sekaliber Rasulullah Muhammad pun masih juga membutuhkan pendamping hidup. Padahal beliau adalah manusia terbaik di muka bumi ini.
Kita juga tidak seperti shalat malamnnya Nabi, ataupun puasanya sampai malam. Tetapi beliau-pun juga menikah.
Memang,  ada orang seperti Imam Nawawi –rahimahullah- selama hidupnya tidak sempat menikah. Ataupun ulama lainnya sampai menunda umur 40 tahun baru menikah.  Tapi itu karena beliau-beliau sibuk menuntut ilmu, meneliti, mengumpulkan hadits. Dan di zaman mereka juga fitnah tidak seperti saat ini. Kalau kita ini sibuk apa?
Abdullah Ibnu Mas’ud pernah mengatakan, “Sekiranya saya tahu jarak umurku dengan hari kiamat sisa sepuluh hari lagi. Dan masih bujang niscaya saya akan segera menikah karena takut akan fitnah wanita.
Bayangkan, di masa beliau belum ada namanya internet, Facebook, twitter dan alat komunikasi canggih lainnya. Apa yang beliau katakan sekiranya hidup di zaman ini? Bisa jadi sepuluh hari tadi tinggal satu hari.
Hari ini sungguh adalah zaman fitnah. Terkhusus fitnah terhadap lawan jenis.
Tidak dipungkiri terutama di Kota-kota besar, buka-buka aurat, (maaf bahkan muda-mudia bermesraan, berciuman di mana saja, di depan umum tanpa malu),  berkhalwat sudah menjadi sajian publik.
Apa kita masih bisa seperti Imam Bukhari menjaga hafalan di mana beliau kadang mendengar hadits di Bashrah lalu menulisnya di Kufah, atau sebaliknya. Sedang jarak antara Kufah dan Bashrah saat itu memakan waktu kurang lebih sebulan perjalanan.
Subahanallah begitu terjaga, kuatnya hafalannya, hadits yang beliau dengar sebulan lalu masih bisa ia ingat, hafal dengan baik. Bagaimana dengan kita?
Ilmu yang baru saja didengar kadang lupa. Mungkin baru saja keluar dari pengajian, yang melekat tinggal separuh. Ibarat seorang yang kuliah di Kota, nanti ketika sampai di kampung halamannya baru ia tulis semua ilmu yang didengarnya!
Karena, salah satu cara menjaga ilmu, hafalan adalah menjauhi maksiat.
Imam as-Syaafi’i mengatakan, “Aku bertanya pada waqi’ akan buruknya hafalanku. Maka beliau menasehatiku bahwasanya ilmu itu cahaya. Dan cahaya tidak akan masuk kepada orang yang bermaksiat.”
Lihatlah Imam as-Syafi’i, sekedar beliau ke pasar lantaran tidak sengaja melihat betis wanita hafalannya langsung melemah. Bagaimana lagi dengan kita yang mungkin tiap saat, sengaja maupun tidak sengaja melihat pemandangan melemahkan iman tiap saat? Berapa hafalan kita yang akan hilang? Jangan-jangan memang malah sudah habis.
Atau karena keseringan lantaran tidak punya lagi rasa sensitifme? Sebab, kebanyakan interaksi terhadap sesuatu justru akan menghilangkan kepekaan. Sehingga menganggap hal-hal maksiat seperti  sudah biasa.
Fitnah syahwat dan wanita
Sekali lagi, hidup di zaman fitnah seperti ini sungguh membutuhkan keimanan yang kuat, terutama fitnah syahwat. Rasulullah Sallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah aku tinggalkan fitnah yang lebih besar bagi kaum lelaki melebihi fitnah wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Tentu yang dimaksud dalam hal ini adalah fitnah lawan jenis. Baik perempuan terhadap laki-laki dan sebaliknya.
Begitupun “Sesungguhnya dunia ini indah dan  mempesonakan. Sesungguhnya Allah menyerahkan dunia ini kepada kamu sekalian dan Allah akan melihat bagaimana kamu sekalian berbuat atas dunia ini. Maka berhati-hatilah kamu sekalian dalam masalah dunia dan berhati-hati pulalah terhadap wanita.” (HR. Muslim).
Sa’id bin Al-Musayyab ulama tabi’in pernah mengatakan, “Tidak ada yang lebih berbahya bagiku kecuali fitnah wanita.” Dan beliau mengatakan hal ini di saat umurnya sudah 80 tahun. Sudah lansia tetapi tetap saja beliau berhati-hati akan fitnah wanita.
Bagaimana lagi dengan kita yang masih muda? Belum menikah lagi.
Dan di zaman beliau juga belum ada alat komunikasi, jejaring sosial se-canggih saat ini. Apa yang akan beliau katakan sekiranya hidup di zaman fitnah tersebar di mana-mana seperti saat ini?*/  Muhammad Scilta Riska, email muhammadsciltariska@yahoo.co.id
Baca Menikahlah di Saat yang Tepat di ARTIKEL kedua

Benteng Penghalang Godaan Setan

Oleh : Ustadz Abu Rufaid Agus Suseno, Lc
“Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya”
Inilah sumpah serapah setan yang Allah abadikan dalam Al Quran. Tak heran jika kita mendapatkan banyak keluarga sakinah, namun tiba-tiba jurang perceraian pun memisahkan mereka berdua. Atau, terkadang salah satu anggota keluarga masih menyekutukan Allah. Sebagian yang lain, bergelimang dalam kemaksiatan atau minimal mereka meremehkan ibadah yang Allah bebankan kepada mereka. Sehingga, tidak sedikit manusia yang meninggalkan dunia ini dalam kemaksiatan dan kekufuran.
قَالَ أَرَأَيْتَكَ هَذَا الَّذِي كَرَّمْتَ عَلَيَّ لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ لأحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إِلا قَلِيلا
“Dia (Iblis) berkata, “Terangkanlah kepadaku, inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku?, sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil.” (al Isra’ : 62)
Sekelumit keadaan orang-orang tersebut adalah contoh korban perangkap jerat-jerat setan. Jerat-jerat setan adalah tahapan-tahapan kemaksiatan dan pelanggaran yang dibisikkan oleh setan untuk menyesatkan manusia dan menjadikan mereka kufur. Setan tidak pernah putus asa untuk menjalankan misinya dalam menyesatkan manusia. Allah menegaskan bagaimana upaya setan dalam menyesatkan manusia. Ia tidak juga kehabisan akal untuk menyesatkan manusia.
ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ
“Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (al A’raf : 17)
Lalu, bagaimana kita berusaha untuk membentengi diri kita dan keluarga kita dari godaan setan dan tipu dayanya?
Untuk membentengi kita dari godaan setan dan tipu dayanya, kitas bisa melakukan beberapa hal berikut, yaitu:
a. Ikhlas dan Mengikuti sunnah Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam -
Ikhlas dan mengikuti sunah Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – adalah dua pondasi utama diterimanya amalan. Karenanya, pertama kali yang dilakukan setan adalah menggoda keturunan adam agar menyekutukan Allah, jika tidak bisa maka ia akan berusaha untuk menjerumuskan keturunan adam ke dalam lubang kebid’ahan. Karenanya, ikhlas dan mengikkuti sunnah Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – merupakan dua benteng kokoh bagi seseorang dari godaan setan.
Allah menegaskan,
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
“Iblis menjawab, ‘Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka.’” (Shaad : 82-83)
وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ
“Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya.” (al-An’am : 153)
Ayat ini dengan tegas menjelaskan, bahwa mengikuti jalan Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – akan membentengi seseorang dari mengikuti jalan-jalan yang lain, seperti setan dan para pengikutnya.
b. Beriman dan bertawakal
Iman adalah keyakinan yang diucapkan dengan lisan, dibenarkan oleh hati, dan diamalkan oleh anggota tubuh, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Adapun tawakkal adalah bertumpu kepada Allah dalam segala hal yang diiringi oleh usaha.
Allah menegaskan,
إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (٩٩)إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ (١٠٠)
“Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaan-Nya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaan-Nya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya Jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.” (an-Nahl :99-100)
c. Bertakwa dan banyak istighfar
Takwa adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya sebagai benteng dari adzab-Nya. Adapun istighfar adalah memohon ampunan dari Allah. Seseorang yang bertakwa kepada Allah, niscaya ketakwaannya akan melindungi ia dari godaan setan. Dan jika memang suatu saat ia terjerumus dalam kemaksiatan, maka ia segera bertaubat dengan taubat nasuha.
Allah berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” (al A’raf : 201)
d. Dzikir Mengingat Allah
Seorang muslim yang tidak mengingat Allah, niscaya setan akan menguasai hatinya dan membisikinya dengan berbagai macam bisikan. Maka, dzikir adalah senjata ampuh untuk mematahkan godaan setan. Sehingga orang yang senantiasa berdizikir, insya Allah dijauhkan dari godaan setan, adapun orang-orang yang lalai akan menjadi sasaran empuk setan.
Allah menegaskan,
وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ
“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan yang Maha Pemurah (Al Quran), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan), maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (al-A’raf: 36)
e. Membaca Al Quran
Jika dzikir bisa menjadi benteng dari setan, maka membaca Al Quran tentu lebih utama menjadi benteng dari godaan setan, karena Al Quran adalah sebaik-baik dzikir dan yang paling sempurna.
Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – menegaskan,
لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِى تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ
“Jangan kalian jadikan rumah-rumah kalian kuburan, sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat al-Baqarah.” (diriwayatkan oleh Muslim 2/188)
f. Memohon kepada Allah perlindungan dari setan
Memohon perlindungan dari setan kepada Allah adalah perintah syariat, karena Allah telah memerintahkan hal ini dalam Al Quran, demikian juga Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – memerintahkan hal ini melalui sunahnya, kemudian Allah berjanji akan memberi perlindungan kepada orang yang meminta perlindungan kepada-Nya, Allah akan menjaganya.
Allah berfirman,
وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah, sesungguhnya Dia-lah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (Fushilat : 36)
Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – bersabda,
“Setan akan mendatangi seseorang di antara kalian, lalu ia membisikkan kepadamu, ‘Siapa yang menciptakan ini? Dan siapa yang menciptakan itu?’ Hingga setan berkata, ‘Siapa yang menciptakan tuhanmu?’ Jika demikian ini terjadi, maka mintalah perlindungan Allah.” (diriwayatkan oleh Bukhari 4/92)
Karenanya, sudah selayaknya kita memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan dan tipu dayanya.
Lihatlah, bagaimana istri Imran meminta perlindungan dari godaan setan untuk anaknya dan keturunannya, maka Allah pun mengabulkan permintaan istri Imran.
g. Menjauhi jerat-jerat setan
Jika seseorang telah meyakini bahwa setan akan menempuh segala cara untuk menyesatkan manusia dan membinasakannya, maka ia harus waspada dan hati-hati bahkan harus melawan dengan sekuat tenaganya. Karena setan terus berusaha untuk menghiasai kemaksiatan, setan berusaha memalingkan seseorang dari Allah, ia terus berusaha merusak agama seseorang dan membisikinya, ia terus berusaha menjerumuskan manusia dalam kemaksiatan secara bertahap, ia terus berusaha untuk melalaikan manusia dari beribadah, dan ia terus berusaha untuk menyalakan api permusuhan dan kebencian antara kaum muslimin.
Ingatlah sabda Nabi – shallallahu ‘alaihi wa sallam – ,
إِنَّ الشَّيْطَانَ يَحْضُرُ أَحَدَكُمْ عِنْدَ كُلِّ شَىْءٍ مِنْ شَأْنِهِ حَتَّى يَحْضُرَهُ عِنْدَ طَعَامِهِ
“Sesungguhnya setan terus akan medatangi kalian di setiap perkara kali, bahan setan juga mendatangi kalian saat kalian makan,” (diriwayatkan oleh Muslim 3/1607)
h. Menjauhi semua pintu-pintu setan untuk menguasai kita
Jika seseorang ingin selamat dari godaan setan dan tipu dayanya, maka ia harus menjauhi pintu-pintu setan untuk menguasai dirinya.
Ia harus menjauhi kekufuran, kesyirikan, berpaling dari Allah, takut kepada setan dan keturunannya, meminta pertolongan setan, menaati dan mengikuti langkah-langkah setan, kerasnya hati, dan kemaksiatan dengan segala macam bentuknya. Karena ini semua adalah pintu-pintu setan untuk menjerat manusia.
Hati hatilah…, sesungguhnya setan menggoda manusia dan menyesatkannya untuk menjadikan manusia sebagai penghuni neraka, menjadikan mereka menyesal di hari yang tidak bermanfaat penyesalan, menumbuhkan permusuhan dan kedengkian, dan menjadikan mereka termasuk orang-orang yang lalai dari beribadah kepada Allah.
Ingatlah selalu, bahwa setan adalah musuh bebuyutan kita. Allah – ‘Azza wa Jalla – menegaskan,
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ
“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Fathir : 6 )
Demikian, semoga Allah senantiasa menjaga kita dan godaan setan dan tipu dayanya. (***)
Sumber: Rubrik Fikih Keluarga, Majalah Sakinah Vol. 11 No. 2

Senin, 21 Oktober 2013

Solusi Praktis Hadapi Krisis

Hidup di dunia memang tidak selamanya menyenangkan. Berbagai hal yang tidak mengenakkan sering kita temui baik dalam hal kesehatan, perekonomian ataupun hal-hal lainnya. Sesungguhnya itu semua adalah cobaan yang Allah berikan kepada hamba-Nya, untuk menguji siapa di antara mereka yang paling baik amalnya.
Krisis ekonomi, adalah salah satu cobaan berat yang bisa menggoyang laju kehidupan berumah tangga. Bahkan kehidupan bernegara pun seringkali terombang-ambing oleh krisis ekonomi yang melanda. Akibatnya, kefakiran pun sangat mudah hadir di tengah-tengah masyarakat kaum muslimin. Dan bukan hal yang mustahil jika kefakiran seorang yang lemah imannya bisa membalikkan dia menjadi orang yang kafir. Oleh karenanya Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – berlindung kepada Allah dari kekafiran sekaligus dari kefakiran.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ
“Ya Allah sungguh aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kefakiran.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud dan an-Nasai)
Cari Solusinya
Selain berusaha memperbaiki sikap dalam diri seperti dengan sabar, tawakal dan terus dibarengi dengan istighfar, seorang mukmin juga harus berusaha melakukan amalan-amalan yang bersifat praktis dalam menghadapi krisis ini.
Secara umum, sesungguhnya solusi itu adalah dengan kembali kepada syariat Allah l yang telah Allah turunkan kepada Nabi-Nya – shallallahu ‘alaihi wa sallam – . Karena syariat ini telah sempurna sehingga sangat pas untuk dijadikan sebagai solusi di mana pun dan kapan pun seorang manusia mendapatkan masalah. Bahkan berbagai masalah seperti krisis ekonomi yang melanda ini pada hakikatnya adalah timbul karena umat manusia mengabaikan sebagian syariat Allah.
Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – pernah mengawatirkan lima musibah yang timbul karena kemaksiatan manusia, di antaranya beliau – shallallahu ‘alaihi wa sallam – bersabda,
وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا
“Tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan kecuali akan ditimpa paceklik, susahnya penghidupan dan kezhaliman penguasa atas mereka. Dan tidaklah mereka menahan zakat (tidak membayarnya) kecuali hujan dari langit akan ditahan dari mereka (hujan tidak turun), dan sekiranya bukan karena hewan-hewan, niscaya manusia tidak akan diberi hujan.” (Riwayat Ibnu Majah, lihat ash-Shahihah no. 106)
Nah, dari naungan syariat ini kita bisa memperoleh solusi untuk menghadapi krisis ini. Di antaranya:
Bersikap Sederhana
Sikap berlebihan atau sebaliknya sikap mengurang-kurangi adalah dua hal yang tercela dan akan berdampak buruk bagi pelakunya. Demikian halnya dalam masalah perekonomian. Hendaknya seorang mukmin berusaha bersikap sederhana, yakni pertengahan dalam membelanjakan hartanya. Dalam Al Quran, Allah l telah memuji hamba-hamba-Nya dengan sifat ini, dengan firman-Nya,
وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا
“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (al-Furqan: 67)
Terapkan Sistem Perekonomian Islam
Sebagaimana sistem Islam secara umum, sistem perekonomian islam adalah solusi utama bagi krisis yang melanda perekonomian umat manusia. Dengan menerapkan sistem perekonomian Islam ini, sesuai dengan ruang lingkup masing-masing pelaku, maka perekonomian umat manusia secara umum dan kaum muslimin secara khusus akan bisa tegak dengan baik.
Tidak hanya pada lingkup negara, bahkan lingkup keluarga atau individu pun sistem perekonomian Islam sangat penting untuk diterapkan. Dalam praktik jual beli misalnya, jika setiap individu menerapkan tuntunan Islam tentangnya, niscaya akan terwujud perdagangan penuh berkah yang tentu saja hal ini merupakan salah satu faktor terpenting dalam menghadapi krisis ekonomi. Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – pernah bersabda,
Pembahasan tentang sistem perekonomian dalam Islam tentu membutuhkan kajian tersendiri. Karena di sana banyak sekali mencakup berbagai hal tentang perekonomian dan perdagangan, seperti tentang jual beli, sewa menyewa, perserikatan, hutang piutang, hukum menimbun barang dagangan dan lain sebagainya. Hanya saja di sini sekadar penegasan bahwa dengan sistem perekonomian Islam krisis yang melanda bisa teratasi.
Tinggalkan Praktik Riba
Allah ta’ala berfirman,
وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ رِبًا لِيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرْبُو عِنْدَ اللَّهِ ۖ وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ زَكَاةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُونَ
“Dan sesuatu riba yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).” (ar-Rum: 39)
Di antara manusia ada yang berusaha memupuk perekonomian mereka dengan melakukan praktik riba. Seperti misalnya memberikan pinjaman harta kepada orang lain dengan mensyaratkan pengembalian yang lebih dari jumlah yang dia pinjamkan. Sesungguhnya praktik riba yang dilakukannya tidak akan menambah kuat perekonomiannya. Bahkan hal itu akan memperburuk perekonomian masyarakat secara umum, di samping akan menjerumuskan dirinya ke dalam siksaan Allah. Oleh karena itu, bukanlah merupakan solusi pintar bagi keluarga yang sedang dilanda kesulitan ekonomi jika dia berhutang kepada orang-orang yang melakukan praktik riba.
Tunaikan Zakat
Kaum muslimin hartanya telah sampai nishab, hendaknya tidak menahan kewajiban zakat pada harta mereka. Selain sebagai salah satu bentuk ibadah kepada Allah, penunaian zakat ini juga merupakan salah satu bentuk kepeduliaan seorang kaya terhadap kaum muslimin lainnya terutama mereka yang berada pada taraf ekonomi rendah. Jika aliran peredaran harta zakat ini lancar, niscaya perekonomian masyarakat kaum muslimin akan menjadi semakin kuat. Sebaliknya, menahan penunaian zakat akan berdampak pada tertahannya air dari langit yang menjadi sumber penghidupan makhluk hidup.
Tetap Semangat Bekerja
Dalam keadaan krisis seperti ini, terkadang sebagian orang ada yang merasa putus asa sehingga dia pun ogah-ogahan bekerja dengan alasan walaupun sudah bekerja memeras keringat tetap saja tidak akan mencukupi kebutuhan. Tentu saja sikap seperti ini tidak sesuai dengan banyaknya anjuran Islam untuk bekerja, meskipun hasil yang diperoleh tidak begitu banyak. Karena bagi seorang muslim harta yang sedikit tapi berkah lebih baik dari pada harta banyak tanpa berkah. Nah, dengan tetap semangat bekerja dibarengi dengan niat ikhlas padanya dan bekerja pada hal-hal yang tidak menyelisihi syariat, niscaya akan membuahkan hasil yang penuh berkah insya Allah.
Pantang Meminta-minta
Meminta-minta merupakan hal yang tercela, baik secara syariat maupun secara akal dan fitrah manusia. Bahkan telah datang ancaman bagi orang suka meminta-minta dan menjadikannya sebagai sarana untuk memperbanyak harta. Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – bersabda,
مَنْ سَأَلَ النَّاسَ أَمْوَالَهُمْ تَكَثُّرًا فَإِنَّمَا يَسْأَلُ جَمْرًا فَلْيَسْتَقِلَّ أَوْ لِيَسْتَكْثِرْ
“Siapa yang meminta-minta harta kepada manusia, maka sesungguhnya dia meminta bara api. Maka silakan meminta sedikit atau banyak!” (Riwayat Muslim)
Maka, orang yang profesinya adalah mengemis, terancam dengan hadits ini. Memang disebutkan dalam hadits lain dibolehkannya meminta-minta bagi tiga golongan manusia; orang yang terlilit hutang, orang yang terkena bencana pada hartanya, dan orang yang sama sekali tidak memiliki harta. Hanya saja kebolehan ini juga disyaratkan hanya sampai batas yang dibutuhkan saja, dan selebihnya adalah haram baginya meminta-minta.
Menyikapi Pemerintah Dengan Benar
Adanya krisis ekonomi yang melanda suatu negeri, tentu saja memiliki kaitan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah, terlepas dari tepat atau tidaknya kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah. Dalam hal ini, seorang muslim harus mengetahui bagaimana sikap yang benar terhadap pemerintah ketika terjadi berbagai perkara yang tidak menyenangkan seperti di antaranya krisis ekonomi ini. Dan sekali lagi syariat ini telah menjelaskan bagaimana seorang muslim menyikapi pemerintahan mereka.
Secara ringkas, Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – memberikan petunjuk kepada kita dalam menghadapi hal-hal yang tidak kita sukai dari pemerintahan agar kita bersabar dan tetap menaati mereka dalam perkara yang bukan kemaksiatan. Dan kita dilarang memberontak kepada mereka selama mereka masih menegakkan shalat, selama belum nampak dengan nyata kekufuran pada diri mereka. Dan jika ada yang ingin memberi nasihat kepada pemimpin, maka hendaknya nasihat itu diberikan kepadanya secara empat mata, tidak di hadapan khalayak manusia.
Sedangkan apa yang dilakukan sebagian manusia ketika mendapati krisis ekonomi atau perkara yang tidak mereka sukai dari pemerintahan kemudian mereka berdemo, mengerahkan masa, maka ini bukanlah solusi. Bahkan telah kita alami hal semacam ini yang ternyata malah berakibat pada perusakan-perusakan yang akhirnya malah menjadikan menurunnya perekonomian.
Inilah sebagian dari solusi-solusi praktis yang mungkin bisa kita praktikkan ketika kita dilanda krisis ekonomi. Yang intinya, kita kembali kepada syariat Islam ini dalam menghadapi krisis ini sebagaimana kita kembali kepadanya dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup. Wallahul Muwaffiq. (***)
Sumber: Rubrik Fikih Keluarga, Majalah Sakinah Vol. 11 No. 5

Facebook Antara Maslahat dan Mafsadat

Dalam Islam, seorang muslim tidak hanya dituntut untuk melakukan hubungan yang baik dengan Allah saja. Bahkan Islam juga menganjurkan pemeluknya untuk memerhatikan hubungannya dengan sesama manusia. Sampai-sampai sikap baik seorang muslim terhadap sesama manusia menunjukkan kesempurnaan imannya, karena hal itu adalah bagian dari tuntutan keimanan dia kepada Allah dan hari akhir.
facebook-2Di era teknologi seperti sekarang ini, banyak cara dan banyak sarana yang bisa digunakan untuk menghubungkan seseorang dengan sesama. Facebook sebagai situs jejaring sosial paling besar misalnya, merupakan situs jejaring sosial yang telah banyak digunakan orang untuk berhubungan dengan keluarga, kerabat, teman, rekan kerja, relasi dan masih banyak lagi.
Keberadaan facebook dan situs-situs jejaring sosial serupa lainnya, memang memiliki nilai manfaat yang terkadang kita perlukan. Namun tentu saja situs-situs itu juga tidak lepas dari nilai-nilai mafsadat yang merusak sehingga perlu ditimbang-timbang dalam penggunaannya.
Timbang Antara Maslahat dan Mafsadat
Pada asalnya, perkara-perkara yang merupakan kebiasaan manusia, muamalah, sampai berbagai teknologi yang berkembang di tengah umat manusia, adalah perkara-perkara yang mubah selama tidak ada larangan khusus tentangnya atau selama hal itu tidak menyelisihi syariat yang telah jelas. Hukum asal ini pun berlaku juga bagi situs jejaring sosial seperti facebook yang sedang kita bicarakan ini.
Hanya saja perkara-perkara yang mubah ini bisa berubah hukumnya menjadi sunah atau wajib, atau menjadi makruh bahkan haram, tergantung dari tujuan atau niat penggunaannya atau karena adanya hal-hal lain yang memalingkan hukum asal mubah tersebut kepada hukum lainnya.
Berkaitan dengan Facebook, telah disinggung di atas bahwa ia tidak lepas dari adanya maslahat atau manfaat dan mafsadat atau bahaya dan kerusakan-kerusakan yang disebabkan olehnya. Maka sebelum seseorang menggunakan layanan jejaring sosial ini (dan yang semisalnya) hendaknya dia mempertimbangkan antara maslahat dan mafsadat yang ada.
Manfaat Facebook
Sebagaimana slogannya, “Facebook membantu Anda terhubung dan berbagi dengan orang-orang dalam kehidupan Anda” maka Facebook benar-benar bisa menjadi sarana untuk menjalin hubungan sesama manusia, baik hubungan silaturahim antar kerabat, hubungan dengan sesama teman, atau hubungan relasi kerja. Facebook juga sangat bermanfaat bagi para usahawan untuk memasarkan atau mengenalkan produknya kepada banyak orang. Bahkan dalam hal dakwah, jejaring sosial ini pun bisa dimanfaatkan.
Akan tetapi hal itu hanya akan memberi manfaat besar jika penggunaannya memerhatikan adab-adab islami dan disertai dengan niat yang benar. Adapun sekadar menjalin persahabatan atau pertemanan semata tanpa memerhatikan niat dan adab islami, maka masih sangat riskan dengan banyaknya keburukan-keburukan yang bisa didapati dari jejaring sosial ini.
Keburukan Facebook
Berbicara tentang keburukan Facebook, maka bayangkanlah tentang dunia yang sangat bebas, tidak ada yang bisa mengontrol seseorang kecuali kewaspadaan yang ada pada dirinya, dan tentu saja keimanan yang ada dalam hatinya. Maka seperti itulah Facebook. Seseorang bisa bebas membuat akun dalam facebook, baik dengan identitas asli atau palsu. Setelah di sana, dia bisa bebas berteman dengan siapa saja; laki-laki, wanita, orang shalih, orang fasik, muslim, kafir dan… bebas. Dia pun bisa berkomunikasi dengan siapa pun tidak peduli apakah sejenis ataupun lawan jenis, mahram atau bukan mahram, dan dengan pembicaraan apa saja… bebas. Dalam facebook seseorang bisa berbagi gambar atau foto, baik yang sopan sampai yang telanjang. Dia pun bisa mengumbar sesuatu yang seharusnya menjadi privasinya karena kebebasan ini. Dan ini semua sesuai dengan misi Facebook, “give people the power to share and make the world more open and connected” (memberikan kekuatan untuk berbagi, dan membuat dunia lebih terbuka dan terhubung)
Dari Kebebasan-kebebasan yang sangat lebar inilah timbul berbagai macam keburukan-keburukan. Di antaranya:
– Hubungan haram antara lawan jenis. Di mana keburukan ini bisa menghantarkan kepada keburukan-keburukan lain yang bahkan lebih besar darinya, seperti perzinaan, perselingkuhan atau rusaknya rumah tangga seseorang.
– Mudah tersebarnya pemikiran-pemikiran rusak melalui status atau catatan dalam Facebook. Dan masuk dalam hal ini seperti pemanfaatan facebook oleh para pengusung keyakinan meyimpang untuk menyebarluaskan keyakinan mereka atau pemanfaatan facebook oleh orang-orang yang membenci suatu pemerintahan untuk menyebarkan opini yang kemudian mereka melakukan pemberontakan sebagaimana yang terjadi pada sebagian negri.
– Karena sifat bebasnya dalam berhubungan dengan siapa saja, hal ini kerap menjadikan seseorang lebih memilih berfacebook ria dari pada berhubungan dengan orang dalam dunia nyata. Sehingga timbullah suatu opini yang menyatakan bahwa jejaring sosial semacam facebook ini bukan hanya mendekatkan yang jauh akan tetapi sayangnya juga menjauhkan yang dekat.
– Penyia-nyiaan waktu sering terjadi ketika seseorang menggunakan facebook. Hanya untuk menulis status, berkomentar pada status teman, menambah teman, mencari teman, atau aktivitas lain dalam facebook sering menjadikan seseorang lupa waktu. Akibatnya, banyak pekerjaan yang seharusnya menjadi kewajibannya menjadi terbengkalai, sehingga mulai rusaklah kehidupan dunia nyatanya hanya untuk membangun kehidupan dunia maya.
– Sering juga pada status-satus facebook didapati luapan perasaan, curahan hati, atau semacam pengaduan yang seharusnya hanya ditujukan kepada Allah namun dituliskan ke dalam kolom status facebook. Maka jadilah facebook sebagai tempat meratap, mengeluh, mengaduh, menumpahkan perasaan pribadi yang selayaknya tidak ditampakkan di muka umum.
– Penipuan pun tidak absen dari jejaring sosial terbesar ini. Dengan trik-trik tertentu seseorang terkadang melakukan penyusupan atau perampasan pada akun orang lain yang kemudian dia melakukan penipuan dengan akun tersebut. Atau bisa juga penipuan ini dengan cara-cara lain.
Sebagian keburukan facebook ini sudah cukup untuk mengingatkan kita akan bahaya facebook ini meski kita tidak bisa menghukuminya haram secara mutlak karena masih ada maslahat facebook ini yang bisa dimanfaatkan terutama oleh orang yang bisa berniat baik dan beradab islami.
Facebook untuk Dakwah
Melihat maslahat yang ada pada facebook, maka penggunaannya untuk dakwah adalah penggunaan yang paling baik, karena Allah l berfirman,
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih, dan berkata, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (Fushshilat: 32)
Akan tetapi, untuk melakukan dakwah di facebook ini tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Karena dakwah perlu kepada ilmu, baik ilmu tentang agama ini, ilmu tentang orang yang didakwahi dan juga ilmu tentang bagaimana cara berdakwah. Maka ketika seseorang ingin berdakwah di facebook, dia harus memerhatikan siapa saja yang akan membaca status atau catatannya. Akankah yang dia sampaikan membawa kepada perdebatan atau tidak. Dan lain sebagainya hal-hal yang harus diperhatikan dalam dakwah.
Niat ikhlas pun harus senantiasa mengiringi aktivitasnya dalam berdakwah lewat facebook. Jangan sampai dakwah itu terkotori dengan hal-hal yang merusak keikhlasan, seperti ingin terkenal, ingin dianggap sebagai seorang ustadz, seorang yang berilmu dan lain sebagainya.
Dan di samping itu semua, ketika seseorang mulai masuk ke dalam facebook dia harus selalu mengiringinya dengan muraqabah kepada Allah, yaitu selalu merasa diawasi oleh Allah. Karena tanpa hal ini seseorang akan mudah tertarik dan terjerumus ke dalam langkah-langkah setan yang cukup halus. Dan ini berlaku bagi siapa saja para pengguna facebook baik yang berniat untuk berdakwah atau hanya untuk sekadar menjalin hubungan silaturahim atau ukhuwah islamiyah.
Oleh karena itu siapa saja yang ingin bergabung atau masuk dalam jejaring sosial ini dan semacamnya, hendaknya menimbang-nimbang terlebih dahulu, untuk apa dia masuk ke dalamnya, apakah kita memiliki kekuatan untuk menghadapi bahaya-bahaya di dalamnya atau tidak. Dan hanya kepada Allah tempat memohon pertolongan.(***)
Sumber: Rubrik Lentera, Majalah Sakinah Vol. 11, No. 5

Kamis, 25 Juli 2013

Tulisan yang mengena

Menemukan sebuah postingan yang membuat hati lumayan ngademm.. mengingat akan jalan yg lurus dan menyucikan hati yg kotor....
Saya harap ini cukup untuk mengingatkan kita tentang bagaimana semestinya interaksi ikhwan dan akhwat itu..

01. seharusnya, ikhwan-akhwat itu
hidupnya TERPISAH satu dan lain | maka
sepantasnya tak ada interaksi yang
tiada keperluan

02. bila telah putuskan untuk jaga
kesucian hendaklah berserius diri |
jangan barengi lagi dengan noktah yg
dapat hitamkan hati

03. menyenangkan memang dengan
lawan jenis bisa bersenda gurau |
tanpa sadar keringlah iman laksana
kerontang musim kemarau

04. pengakuan lisanmu bahwa engkau
aktivis dakwah | namun lekat
pandanganmu memandang si kerudung
merah

05. engkau kumandangkan bahwa
pacaran itu maksiat | sementara kata
demi kata beracun terselip dibalik sms, chat, atau komentar
yg kau surat

06. pembelaan dirimu, ini "cuma"
koordinasi, ini cuma bercanda, ini "cuma" pengingat taat |
hatimu yang tadinya murni kini mulai
berkarat

07. dia berkerudung dan berjilbab,
bukan berarti halal engkau melihatnya
| menatapnya bukan cara hormati
kemuliannya

08. kau katakan ini bukan pacaran,
tapi jelas lebih dari sekedar teman |
dusta, dusta, dan dusta kau
topengkan alasan

09. godaan dibalik kata-kata engkau
semat, dengan setan lisan kau sarat |
bekelindan dengan maksiat, bersama
setan kelak ditamat

10. "uhibbuka fillah" dengan
entengnya terucap, bagimu itu
praktekkan sabda nabi | disitu setan
menyesap, sekali lagi dosa diulangi

11. maksiat bertopeng dakwah | setan
takkan pernah berhenti menggoda
bahkan aktivis masjid muslim-muslimah

12. bila hendak jaga kesucian diri,
mengapa tidak sesuci mungkin? |
menampik setiap interaksi yang tak
ada perlu itu penting

13. menjadi aktivis Islam berarti
menjadi buku terbuka yang siap dibaca
dan ditiru | bukan menunjukkan yang
keliru

14. menjadi pengemban dakwah berarti
harus lebih menjaga diri, bahkan dari
fitnah yang bakal menerpa | amal dan
kata beriring serta

15. tundukkan pandangan lebih utama,
tahan interaksi tak perlu adl sikap
terhormat | tak melembut-lembutkan
suara, tentu lebih selamat

16. kalaulah Rasul pikir interaksi
ikhwan-akhwat penting, tentu Islam
takkan batasi pergaulan | tapi Islam
utamakan pencegahan

17. agar tak terbayang paras yang
bagimu belum halal | karenanya riya
akan bayangi amal dan jadikannya
amal yang batal

18. agar selamat dirimu dari zina hati
dan mata | agar dakwahmu tertuju
lurus pada Allah semata

19. hanya mengingatkanmu teman |
bagiku engkau pengemban dakwah
lebih utama dari yang lain | tentu cinta
kami lebih bagi kalian

20. bagi kami, kalianlah etalase Islam |
dan kami takan relakan kalian jadi
bulan-bulanan musuh yang tak
sukakan Islam

21. bersabar sebentar takkan
matikan cinta | ia justru akan
arahkan rasa | agar tak ada pilu
redam di depan masa | istiqamah ya ^^

# Ilmu yg sangat berharga dari Ustadz Felix. Semoga kita bisa memahami betul batasan2 interaksi ikhwan dan akhwat, baik di dunia nyata pun maya. Dan hukum2 Allah akan senantiasa berlaku dimana pun kita berada. Wallaahua'lam.

Selasa, 09 Juli 2013

Hukum Ziarah Kubur, Adab-adab, dan Larangannya

Mulanya saya ragu berziarah kubur karena ada teman yang anti ziarah dengan alasan takut sirik, makanya saya cari ilmunya dan alhamdulillah ketemu. Semoga bermanfaat.. ^_^

Beberapa hari belakangan ini banyak pemberitaan mengenai kubur salah seorang da’i nasional yang diziarahi oleh masyarakat banyak. Namun, ziarah yang dilakukan oleh sebagian masyarakat tersebut menuai kontroversi dan kritik dikarenakan sudah melanggar batasan-batasan Islam mengenai ziarah.
Berikut ini kami ringkaskan pembahasan mengenai hukum ziarah kubur dan adab-adabnya dari kitab Fiqih Islami wa Adilatuhu karangan Syaikh Prof. DR. Wahbah Az Zuhaili, seorang ulama fiqih dari Suriah yang sangat masyhur. Kami lengkapi juga dari sumber-sumber lain.

Tentang Ruh si Mayit

Pendapat Ahlu Sunnah wal Jamaah, bahwa ruh yaitu jiwa yang dapat berbicara, yang mampu untuk menjelaskan, memahami objek pembicaraan, tidak musnah karena musnahnya jasad. Ia adalah unsur inti, bukan esensi. Ruh-ruh orang yang sudah meninggal itu berkumpul, lalu yang berada di tingkatan atas bisa turun ke bawah, tapi tidak sebaliknya.
Menurut Salafush Shahih dan para pemukanya, bahwa siksa dan kenikmatan dirasakan oleh ruh dan badan mayat. Ruh tetap kekal setelah terpisah dari badan yang merasakan kenikmatan atau siksaan, kadang juga bersatu dengan badan sehingga merasakan juga kenikmatan dan siksaan. Ada pendapat lain dari Ahlus Sunnah bahwa kenikmatan dan siksa untuk badan saja, bukan ruh.

Hukum Ziarah Kubur

Untuk kaum laki-laki, ulama fiqih tidak ada pertentangan mengenai hukumnya, yakni sunnah. Bahkan Ibnu Hazm mengatakan, ‘”Sesungguhnya ziarah kubur itu wajib, meski sekali seumur hidup, karena ada perintahnya.”
Namun, untuk perempuan, ulama fiqih berselisih pendapat.
1. Sunnah Bagi Perempuan, Seperti Halnya Laki-laki
Ini adalah pendapat paling shahih dalam madzhab Hanafi. Dalilnya adalah keumuman nash tentang ziarah. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Aku pernah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka ziarahilah (sekarang)! Karena sesungguhnya ziarah kubur dapat mengingatkan kalian akan kematian.” (HR Muslim dari Abu Buraidah)
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah bahwa, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendatangi makam syuhada Uhud setiap awal tahun, seraya bersabda, ‘Keselamatan bagi kalian atas kesabaran kalian, sungguh sebaik-baik tepat tinggal terakhir.’”
Namun mereka juga mengatakan bahwa tidak diperbolehkan kaum perempuan berziarah jika untuk mengingat kesedihan, menangis, atau melakukan apa yang biasa dilakukan oleh mereka, dan akan terkena hadits, “Allah melaknat wanita yang sering berziarah kubur.” Namun, jika tujuannya mengambil pelajaran, memohon rahmat Allah tanpa harus menangis, maka diperbolehkan.
2. Makruh Bagi Perempuan
Ini adalah pendapat mayoritas ulama. Sebab asal hukum ziarah mereka itu dilarang, lalu dihapus. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Aku pernah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka ziarahilah (sekarang)!”
Sebab dimakruhkannya perempuan untuk ziarah kubur karena mereka sering menangi, berteriak, disebabkan perasaannya lembut, banyak meronta, dan sulit menghadapi musibah. Namun, hal itu tidak sampi diharamkan.
Dalam riwayat Muslim, Ummu Athiyah berkata, “Kami dilarang untuk berziarah kubur, tetapi beliau tidak melarang kami  dengan keras.”
Imam At Tirmidzi meriwayatkan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata, “Allah melaknat wanita yang sering berziarah kubur.” (shahih)
Akan tetapi, menurut madzhab Maliki, hal ini berlaku untuk gadis, sedangkan untuk wanita tua yang tidak tertarik lagi dengan laki-laki, maka dihukumi seperti laki-laki.

Tatacara dan Adab Ziarah Kubur

Tujuan utama ziarah kubur adalah mengingat mati dan mengingat akhirat sebagaimana dinyatakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Aku pernah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka ziarahilah (sekarang)! Karena sesungguhnya ziarah kubur dapat mengingatkan kalian akan kematian.” (HR Muslim dari Abu Buraidah)
Dari Anas bin Malik, “Sesungguhnya ziarah itu akan melunakkan hati, mengundang air mata dan mengingatkan pada hari kiamat.” (HR Al Hakim)
Oleh karena itu, tujuan itu harus senantiasa dipancangkan di dalam hati orang yang berziarah.
Selain itu, ada beberapa adab dalam berziarah kubur:
1. Dianjurkan Melepas Alas Kaki
Dianjurkan menurut madzhab Hanbali, melepas sandal ketika masuk ke areal pemakaman karena ini sesuai dengan perintah dalam hadits Busyair bin Al Khashahshah:
Ketika aku berjalan mengiringi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ternyata ada seseorang berjalan di kuburan dengan mengenakan kedua sandalnya. Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan “Hai pemakai dua sandal, tanggalkan kedua sandal kamu!” Orang itu pun menoleh. Ketika dia tahu bahwa itu ternyata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ia melepaskannya serta melemparkan keduanya. (HR. Abu Dawud, hasan)
Diperbolehkan tetap memakai sandal jika ada penghalang semacam duri, kerikil yang panas, atau semacam keduanya. Ketika itu, tidak mengapa berjalan dengan kedua sandal di antara kuburan untuk menghindari gangguan itu.
2. Mengucapkan Salam
Disunnahkan bagi orang yang berziarah mengucapkan salam kepada penghuni kuburan Muslim. Adapan ucapan salam hendaklah menghadap wajah mayat, lalu mengucapkan salam sebagaimana telah diajarkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepada para Shahabatnya ketika mereka berziarah kubur,
“Assalamu ‘alaikum dara qaumin Mu’minin, wa insya Allah bikum laa hiqun.”
Artinya, “Keselamatan atas kalian di tempat orang Mukmin, dan kami insya Allah akan menyusul kalian juga.”
Atau bisa juga dengan lafal lain, “Assalamu ‘ala ahlid diyari minal Mu’minina wal Muslimin, wa inna insya Allah ta’ala bikum laa hiqun. As-alullahu lana wa lakumul afiyah.”
Artinya, “Keselamatan kepada penghuni kubur dari kaum Mukminin dan Muslimin, kami insya Allah akan menyusul kalian. Aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian semua.”
Kedua lafazh salam tersebut diriwayatkan Imam Muslim.
3. Membaca Surat Pendek
Dianjurkan membacakan Al Quran atau surat pendek.  Ini adalah sunnah yang dilakukan di kuburan. Pahalanya untuk orang yang hadir, sedang mayat seperti halnya orang yang hadir yang diharapkan mendapatkan rahmat.
Disunnahkan membaca surat Yasin seperti yang diriwayatkan Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Hibban, dan Al Hakim dari Ma’qal bin Yassar, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Bacakanlah surah Yasin pada orang yang meninggal di antara kalian.”
Sebagian ulama menyatakan hadits ini dha’if. Imam Asy Syaukani dan Syaikh Wahbah Az Zuhaili menyebutkan bahwa hadits ini berstatus hasan. Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa membacakan Al Quran ini dilakukan saat sakaratul maut, bukan setelah meninggal.
4. Mendoakan si Mayat
Selanjutnya mendoakan untuk mayat usai membaca Al Quran dengan harapan dapat dikabulkan. Sebab doa sangat bermanfaat untuk mayat. Ketika berdoa, hendaknya menghadap kiblat.
Saat berziarah kubur di Baqi’, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdoa dengan lafazh, “Allahummaghfir li Ahli Baqi’il gharqad.”
5. Berziarah dalam Posisi Berdiri
Disunnahkan ketika berziarah dalam keadaan berdiri dan berdoa dengan berdiri, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika keluar menuju Baqi’.
Selain itu, jangan duduk dan berjalan di atas pusara kuburan. Dalam riwayat Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sungguh jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik daripada duduk di atas kubur.” Sedangkan jika berjalan di samping atau di antara pusara-pusara kubur, maka itu tidak mengapa.
6. Menyiramkan Air di Atas Pusara
Diperbolehkan menyiramkan air biasa di atas pusara si mayat berdasarkan hadits berikut, “Sesungguhnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyiram (air) di atas kubur Ibrahim, anaknya, dan meletakkan kerikil di atasnya.”  Hadits diatas oleh Abu Dawud dalam Al Marasil, Imam Baihaqi dalam Sunan, Thabarani dalam Mu’jam Al Ausath. Syaikh Al Albani menyatakan sanadnya kuat di dalam Silsilah Ahadits Shahihah.
Sedangkan menyiram dengan air kembang tujuh rupa atau menabur bunga, maka itu tidak dituntunkan oleh syari’at.

Hal-hal yang Makruh dan Munkar Saat Berziarah

  • Madzhab Maliki menyatakan makruh hukumnya makan, minum, tertawa, dan banyak bicara, termasuk juga membaca Al Quran dengan suara keras. Tidaklah pantas bagi seseorang yang berada di pekuburan, baik dia bermaksud berziarah atau hanya secara kebetulan untuk berada dalam keadaan bergembira dan senang seakan-akan dia berada pada suatu pesta, seharusnya dia ikut hanyut atau memperlihatkan perasaan ikut hanyut di hadapan keluarga mayat.
  • Syaikh Wahbah Az Zuhaili menyebutkan, “Makruh hukumnya mencium peti yang dibuat di atas makam, atau mencium makam, serta menyalaminya, atau mencium pintunya ketika masuk berziarah makam aulia.”
  • Mengkhususkan hari-hari tertentu dalam melakukan ziarah kubur, seperti harus pada hari Jum’at, tujuh atau empat puluh hari setelah kematian, pada hari raya dan sebagainya, maka itu tak pernah diajarkan oleh Rasulullah dan beliau pun tidak pernah mengkhususkan hari-hari tertentu untuk berziarah kubur. Sedangkan hadits-hadits tentang keutamaan ziarah pada hari Jum’at adalah dha’if sebagaimana dinyatakan para Imam Muhaditsin. Oleh karena itu, ziarah kubur dapat dilakukan kapan saja.
  • Sedangkan shalat persis di atas kuburan seseorang dan menghadap kuburan tanpa tembok penghalang, maka ulama sepakat tentang ketidakbolehannya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Janganlah kalian shalat menghadap kuburan dan jangan pula kalian duduk di atasnya.”  (HR Muslim) Sedangkan jika di samping kubur, maka terjadi sejumlah perselisihan ulama, ada yang memakruhkannya, dan ada yang mengharamkannya. Demi kehati-hatian, kami berpendapat untuk tidak melaksanakan shalat di kompleks pekuburan. Selain itu, Ibnu Hibban meriwayatkan dari Anas bin Malik, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang dari shalat di antara kuburan.” Dikecualikan dari hal ini adalah bagi seseorang yang ingin melaksanakan shalat jenazah, tetapi tidak berkesempatan menshalati mayit saat belum dikuburkan.
  • Dilarang juga mengencingi dan berak di atas kuburan. Diriwayatkan Abu Hurairah, bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Barang siapa yg duduk di atas kuburan, yang berak dan kencing di atasnya, maka seakan dia telah menduduki bara api.”
  • Tidak diperbolehkan melakukan thawaf (ibadah dengan cara mengelilingi) kuburan. Hal ini sering dijumpai dilakukan oleh orang-orang awam di kuburan orang-orang shalih. Dan ini termasuk dalam kesyirikan. Thawaf hanya boleh dilakukan pada Baitullah Ka’bah. Allah berfirman, “Dan hendaklah mereka melakukan Thawaf disekeliling rumah yang tua (Baitul ‘Atiq atau Baitullah) itu.” (QS Al Hajj : 29)
  • Berdoa, meminta perlindungan, meminta tolong,  pada penghuni kubur juga tidak diperbolehkan, hukumnya haram dan merupakan kesyirikan. Berdoa hanya boleh ditujukan pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sedangkan berdoa dengan perantaraan si mayit (tawasul), maka hal itu diperselisihkan. Pendapat yang kuat adalah tidak diperbolehkan.
  • Tidak diperbolehkan memasang lilin atau lampu di atas pusara kuburan. Selain hal itu merupakan tatacara ziarah orang Ahli Kitab dan Majusi, dalam riwayat Imam Al Hakim disebutkan, “Rasulullah melaknat….dan (orang-orang yang) memberi penerangan (lampu pada kubur).”
  • Tidak boleh memberikan sesajen berbentuk apapun, baik berupa bunga, uang, masakan, beras, kemenyan, dan sebagainya. Juga dilarang menyembelih hewa atau kurban di kuburan. Selain itu, tidak boleh mengambil benda-benda dari kubur seperti kerikil, batu, tanah, bunga, papan, pelepah, tulang, tali dan kain kafan, serta yang lainnya untuk dijadikan jimat.
Sumber

Minggu, 07 Juli 2013

Hukum dan Keutamaan Shalawat atas Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Makna Kata ‘Shalawat’
Perkataan shalawat berasal dari bahasa Arab: ( الصلوات )‎, diambil dari perkataan shalat (الصلاة‎) yang bererti doa atau pujian. Shalawat Allah Subhanahu wa Ta’ala ialah pujian-Nya di sisi para malaikat. Shalawat malaikat ialah doa memohon tambahan gandaan pahala. Dan shalawat orang Mukmin ialah berdoa memohon supaya Allah Subhanahu wa Ta’ala melimpahkan rahmat, menambahkan kemuliaan, kehormatan dan kepujian kepada penghulu kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam .
Makna shalawat dari Allah Ta’ala kepada hamba-Nya adalah limpahan rahmat, pengampunan, pujian, kemuliaan dan keberkatan dari-Nya. (Lihat kitab Zadul Maasir, 6/398).
Ada juga yang mengatakan ia berarti taufik dari Allah Ta’ala untuk mengeluarkan hamba-Nya dari kegelapan (kesesatan) menuju cahaya (petunjuk-Nya), sebagaimana dalam firman-Nya:

هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا

“Dialah yang bershalawat kepadamu (wahai manusia) dan malaikat-Nya (dengan memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (Al-Ahzab:43).
Hukum Bershalawat
Para ulama’ telah sepakat menetapkan hukum bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  adalah wajib pada keseluruhannya, tetapi mereka tidak sepakat (ijma’) tentang kapankah saat wajib bershalawat dan berapakah bilangannya, di antaranya:
  1. Wajib bershalawat dalam masa mengerjakan shalat.
  2. Membaca tasyahud (tahiyyat).
  3. Membaca tasyahud kedua/tahiyyat akhir.
  4. Setiap kali menyebut, mendengar atau menulis nama Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam , ganti namanya atau pangkat kerasulan dan kenabian Baginda Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam .
Arahan Membaca Shalawat
Dalam semua perintah mengerjakan ibadah, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyuruh hamba-Nya bershalawat. Sebagaimana dalam firman-Nya di atas tadi, Allah sendiri memulai shalawat ke atas Nabi, diikuti malaikat kemudian dianjurkan kepada Muslimin mengamalkannya. Ini bermakna membaca shalawat itu sangat utama.
Kelebihan Shalawat
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata bahawa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  bersabda:

«مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً، صَلى اللهُ عليه عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطيئاتٍ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجَاتٍ»

“Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)-nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak).” (HR An-Nasa’i No. 1297 dan Ahmad, shahih.)
Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  dan anjuran memperbanyakkan shalawat tersebut.
Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

الْبَخِيلُ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ

“Orang bakhil ialah mereka yang apabila disebut nama-Ku mereka tidak bershalawat.” (HR At Tirmidzi, shahih).
Banyak bershalawat kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  merupakan tanda cinta seorang Muslim kepada beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, karena itu para ulama’ mengatakan, “Siapa yang mencintai sesuatu, maka dia akan sering menyebutnya”.
Shalawat Paling Afdhal (Utama)
Membaca shalawat untuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  adalah ibadah yang agung dan merupakan salah satu tanda kecintaan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  sekaligus menjadi faktor utama untuk mencapai syafaat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  di hari Kiamat kelak. Perintah kepada umat Islam untuk membaca shalawat untuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  datang setelah Allah Ta’ala memberitahu bahawa Dia bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  sebagaimana firman-Nya:

 إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (memuji dan berdoa) ke atas Nabi (Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam). Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu ke atasnya, serta ucapkanlah salam dengan penghormatan.” (Al-Ahzab: 56)
Ayat di atas tidak menjelaskan satu bentuk nash shalawat tertentu untuk dibaca apabila seorang Muslim hendak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam .
Namun demikian, terdapat beberapa riwayat yang menukilkan bahwa beberapa orang Shahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  telah bertanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  cara atau kaifiyat untuk bershalawat ke atas beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam , maka diajarkannya kepada mereka.
Di antaranya ialah riwayat dalam Shahih Al Bukhari no. 2497 dari Ka’ab bin ‘Ujrah Radhiyallahu ‘Anhu. Shahabat yang mulia ini menceritakan bahawa para Shahabat pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  tentang bagaimana cara bershalawat kepada beliau.
Baginda menjawab dengan mengatakan: “Katakanlah:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

Inilah antara kaifiyat bershalawat yang diajarkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  kepada para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum sebagai jawaban kepada pertanyaan mereka mengenai cara bershalawat untuk beliau. Maka adalah logis untuk dikatakan bahwa shalawat tersebut sebagai lafazh paling afdhal dalam bershalawat.
Al Imam Al Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan:
“Apa yang disampaikan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  kepada para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum tentang kaifiyah (dalam membaca shalawat) ini setelah mereka menanyakannya, menjadi petunjuk bahwa itu adalah nash shalawat yang paling utama karena beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  tidaklah memilih bagi dirinya kecuali yang paling mulia dan paling sempurna.” (Fathul Bari: 11/66).
Menurut Kitab Mestika Hadits 1/259: “Dan yang seafdhal-afdhalnya ialah shalawat yang biasa dibaca selepas tasyahud akhir setiap shalat. Ini karena para ulama’ telah menetapkan bahwa siapa yang bersumpah atau bernadzar hendak bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  dengan seafdhal-afdhal shalawat, tidak dihukum terlepas daripada wajib menepati sumpah atau nadzarnya itu melainkan dengan membaca shalawat itu.”
Maka adalah lebih baik apabila lafaz shalawat ini yang diamalkan dalam membaca shalawat untuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam , bukan lafaz-lafaz shalawat susunan seseorang, meskipun bukan larangan untuk menyusun bentuk teks shalawat sendiri. Shalawat-shalawat selain yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  kadang-kadang tidak terlepas dari kekeliruan, baik dalam pemilihan bahasa, maupun –dan ini yang paling parah– kesalahan dalam akidah!
Waktu-waktu Utama Bershalawat
Waktu paling afdhal dituntut bershalawat ialah:
  1. Ketika mendengar orang menyebut nama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
  2. Sesudah menjawab adzan dan sebelum membaca doa adzan.
  3. Selesai berwuduk, sebelum membaca doa.
  4. Pada permulaan, pertengahan dan penutup doa.
  5. Di akhir qunut dalam shalat.
  6. Di dalam shalat jenazah.
  7. Ketika masuk dan keluar dari masjid.
  8. Setiap waktu pagi dan petang.
  9. Hari Kamis malam Jum’at.
  10. Sepanjang hari Jumaat.
  11. Ketika berada di mana-mana tempat perhimpunan orang banyak.
Demikianlah perbincangan ringkas tentang selawat ke atas Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai panduan untuk beramal dengan sunnah. Wallahu a’lam.
Sumber

Sabtu, 06 Juli 2013

Islam itu Agama Yg Sempurna


Hari ini, hari yg dingiiiinnnn sekali... dari pagi Shubuh sampai jam 10 baru kelar dinginnya. Diawali aktifitas ke Pengajian Rutin Nglencong jam 6 pagi bersama my bestfriend dek Rofi naik motor... 
brrrrrrr dingin banget, melewati kabut2 tebal yg bikin badan menggigil. 

Tapi rasanya g nyesel karena sampai sana dapet Tausiah yg Jleb2 banget..

 
Dengan pembicara mantan aktivis gereja Ibu Dewi, bermula dari cerita silsilah keluarga yang Ibunya telah menginjilkan bapaknya, waktu masih kecil pernah memurtadkan teman2nya,
waktu remaja memurtadkan pacarnya, ikut sekolah Bible (penginjilan) di Malang saat liburan sekolah dan masih banyak lagi. 


Tapi akhirnya beliau sadar saat mempelajari Al Kitab/Injil/Bible, Bahwa disitu tidak tertuliskan adanya agama Kristen/Katolik dan bahkan tertuliskan bahwa Yesus turun diutus untuk kaumnya. Jadi pada kesimpulannya, Yesus is not God. Dia hanya diutus untuk kaumnya Bani Israil, sedangkan kata Kristen/Katolik itu ada setelah Yesus itu tiada. Sedangkan Nabi Muhammad SAW adalah nabi seluruh manusia, dan di Al Quran pun jelas bahwa Islam adalah Agama yang telah disempurnakan oleh Allah.
Masih banyak lagi penjelasan dari Bu Dewi, yg pasti setelah mendengarkan tausiah itu bikin hati jadi semangat lagi. Memang apa yang di atur oleh Allah itu, adalah untuk kebaikan kita sendiri sebagai hamba-Nya yang lemah dan membutuhkan-Nya.

بسم الله الرحمن الرحيم

 Berkata Alloh ta’ala:

 الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا (٣)

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu.” (Al-Maaidah: 3)

Ok Guys, Mulai hari ini... Mari kita senantiasa mencari Keridhaan Allah dan mengutamakan semua perintah Allah..
Agar kita Dicintai dan Mencintai-Nya .. Aamiin..


Mari kita sama2 belajar, karena tak ada manusia yg tanpa dosa dan kekurangan. Karena itulah kita berkewajiban untuk belajar terutama bagi saya sendiri yg banyakkk sekali kekurangan
tentunya.

Akhir kata....

Semoga Allah menuntun Jalan kita ya.... ^_^

Kisah Mualaf Aktivist Gereja

Kajian Minggu Pahing, 07 Juli 2013 di Desa Nglencong Sine. Pembicara Dra. Dewi Purnamawati

Cerita Beliau :
Dra. Dewi Purnamawati, lahir di Solo tahun 1962. Tahun 1971 saya ikut ayah yg anggota AURI pindah tugas ke Pulau Lombok. Sekolah di Lombok NTB, di SD Katolik St. Antonius Ampenan, SMP Katolik Kesuma Cakranegara & di STM Negeri Mataram, lulus tahun 1981. Kuliah di IKIP Yogya lulus Tahun 1985. Tahun 1986 saya kembali ke Solo dan mengajar listrik di salah satu STM.


Pengaruh kekristenan Ibu yang Aktifis Gereja, sangat kuat. Tahun 1971 Ayah yg Islam, dikristenkan ibu bahkan berhasil dibina menjadi aktifis penginjilan (misi menyebarkan ajaran Kristen) yang militan & handal. Ayah punya talenta mampu berinteraksi dan mengusir roh kegelapan. Padahal kemampuan metafisik / paranormal yang umumnya dianggap anugrah Tuhan itu, sebenarnya dari Setan.


Saya dan 2 adik saya dididik dng taat dalam kehidupan Kristen yang fanatik. Sejak kecil sudah dicekoki doktrin-doktrin Kristen. Merendahkan & apriori terhadap Islam. Harus mampu mencitrakan bahwa Kristen adalah KASIH. Digembleng menjadi militan untuk mampu memasuki dan mempengaruhi kehidupan masyarakat Pulau Lombok yang mayoritas beragama Islam. Kami semua aktifis gereja, aktif memurtadkan muslimin.


Contoh keberhasilan didikan ibu adalah adik saya laki-laki. Sejak kira-kira Tahun 1997 ia menjadi Pendeta di daerah Cimahi setelah menamatkan S2 nya di Institut Agama Kristen TIRANUS Cimahi Bandung. Penduduk desa diajari mengelola tanaman hidrophonik sampai memasarkannya. Melalui rehabilitasi kecanduan narkoba, remaja-remaja muslim diterapi kecanduannya. Lewat Biro Konsultasi, orang-orang bermasalah dicarikan solusi. Tetapi semua tadi hanya kedok & sarana untuk memurtadkan muslim, menerima Yesus sebagai tuhan.


Adik saya perempuan, aktifis penginjilan di Madura. Kadang kalau malam minggu dia mengamati kiai yang menyeberang ke Surabaya. Ada yang pakaian kiainya ditanggalkan, ganti pakai celana jeans & T. Shirt. Lalu asyik dalam dunia hiburan. Ini celah memurtadkan kiai ! Apalagi kalau jembatan Suramadu sudah jadi.


Saya sendiri sejak kecil sudah mampu memurtadkan teman-teman Islam saya. Mereka saya ajak Sekolah Minggu. Iming-imingnya roti, sepatu , tas , buku dsb. Akhirnya mereka dibaptis bersama-sama dng saya. Herannya para orang tua mereka tidak risau sama sekali, menganggap tidak ada masalah. Mereka tidak paham kalau anak-anaknya tergiring ke neraka.


Menikah tahun 1986 dng aktifis HMI sekaligus pengurus pengajian yang berhasil saya kristenkan. Kami punya anak tahun 1987.


Meskipun Kristen mengajarkan “Apa yang telah dipersatukan Tuhan tidak boleh diceraikan manusia.” tetapi Pendeta mengijinkan kami bercerai pada tahun 1992. Pendeta tidak punya solusi mengatasai keruwetan rumah tangga kami. Sejak itu banyak kasus gugatan perceraian keluarga kristen akhirnya diijinkan oleh pendeta. Daripada memaksakan utuhnya rumah tangga tetapi suasananya seperti dalam neraka.


Sejak itu anak saya diasuh orangtua saya di Lombok. Ia dididik menjadi seorang kristen yang militant & misionaris. Memanfaatkan talenta & pesonanya dia berhasil memurtadkan beberapa teman Islamnya. Lewat bermusik, ia tak segan menyanyikan lagu-lagu religi Islami tetapi saat natal, gantian teman-teman muslimnya ia ajak ikut main musik di gereja sambil mempromosikan kehidupan gereja yang lebih enjoy sesuai nafsu & selera anak muda. Pelan tapi pasti merekapun murtad masuk Kristen. Kuliahnya di Universitas Kristen di Jogya jurusan Pastoral Konseling, kalau lulus jadi Pendeta ! Juli 2007 saat kami dakwah ke Lombok, anak saya baru saja membagi-bagikan jilbab milik pacar-pacar muslimahnya yang berhasil ia kristenkan.


 Sebenarnya sejak kecil saya sudah meragukan ajaran Kristen. Saya sering berpikir, kenapa banyak sekali kejanggalan, hal tak nalar & kisah-kisah amoral. Setiap kali bertanya guru agama, frater, pendeta, pastur bahkan pakar theologiapun jawabnya Ya & Amin, tidak boleh tanya. Atau muter-muter mengalihkan perhatian. Dihukum guru & orang tua karena nekad bertanya adalah biasa ! Geli juga kalau ditengking (spt diruqyah) pendeta karena dianggap kemasukan roh kegelapan.


Namun meski ragu, saya tetap mencoba setia dng kekristenan saya. Tetap melakukan kegiatan gereja walau kegalauan kian membengkak menyiksa nurani. Pindah ke Islam ? wow…sorry ! secuilpun tak ada minat. Sama sekali !… kalau benci.., memandang rendah…, Ya ! Kamipun sering melecehkan Islam.


Opini & persepsi negatif tentang Islam terlanjur mencengkeram erat didalam benak kami. Bahwa Islam itu agamanya orang bodoh, melarat, pemalas, biang kerok segala kerusuhan dan kekerasan. Kebetulan kondisi umat Islam yang kami lihat di Lombok mendukung image negatif tersebut.



Namun yang namanya hidayah Allah, tidak seorangpun mampu menolaknya. “Jika Buku Pedoman sudah benar, baik dan sempurna maka tidak perlu direvisi”. Jika memang Bible/Alkitab/Injil sudah tuntas sempurna, kenapa Tuhan masih perlu menurunkan Al Qur’an



 Fakta itu mengusik logika saya. Menggoyahkan iman kristen saya.

Benarkah Bible/Alkitab itu kitab suci? wahyu Tuhan? Kenapa nabi Nuh dikisahkan mabuk anggur lalu telanjang? Nabi Luth diminumi anggur lalu ditiduri 2 putrinya bergantian dua malam berturut-turut? Kenapa mengumbar kisah super porno super cabul sangat vulgar? Persundalan, zina kakak dng adik, ibu dng anak,bapak dng putrinya, mertua dng menantunya, lesbian (sex sesama perempuan), onanipun ada. Iman atau syahwat kita kah yang menggelegak setelah membaca petualangan sex super dahsyat dari kakak beradik Ohola Oholiba di kitab suci Yehezkiel ?

 Alkitab melarang minum anggur & mabuk, kenapa Yesus justru mengubah 6 drum air jadi minuman anggur untuk dihidangkan di pesta nikah? Kenapa minuman haram ini dijadikan lambang darah Yesus yang kudus dalam perjamuan kudus di gereja? Pernah ketika perjamuan kudus satu piala anggur yg mestinya diminum bergiliran, dihabiskan seorang diri & langsung mabuk. Berarti darah Yesus memabukkan ya ?



Kenapa Allah kalah bergelut dng manusia ? Kenapa Tuhan menyesal dan keliru membuat kebijakan? Kenapa Allah dimuliakan dng dusta? Kenapa laba dan upah sundal kudus bagi Tuhan? Kenapa Tuhan berhenti bekerja dan perlu istirahat? Apakah Tuhan kelelahan ? Kenapa manusia bisa melahirkan Tuhan? Disaat Yesus ada di dunia, Allah ada di Surga. Ada Yesus duduk disebelah kanan Allah. Jelas kan Yesus & Allah itu 2 oknum berlainan & terpisah? Kenapa dipaksakan bahwa Yesus itu Allah? Yesus makan minum dan tentunya buang hajat yang pasti najis ? Layakkah kalau Tuhan Maha Suci mengandung najis?


Yesus mengaku diutus, Allahlah yang mengutus. Yesus mengakui tidak dapat berbuat apa-apa dari dirinya sendiri, sedangkan Allah Maha Kuasa. Yesus hanya melaksanakan kehendak Bapa, tetapi Allah Maha Berkehendak. Yesus pun berdoa dan Allahlah Yang Mengabulkan Doa. Yesus menolak dikatakan baik, Allahlah Yang Maha Baik. Yesus menyerahkan nyawa kepada Allah. Bukankan level / derajat Yesus jauh dibawah Allah? Kenapa Yesus disamakan dng Allah?

Mungkinkah Utusan=Pengutus? Lemah=Maha Kuasa? Pelaksana=Pengaturnya? Pemohon= Pemberi ? Menyerahkan=Menerima?

Kalau Yesus memang Tuhan kenapa Nabi-nabi dan orang saleh Adam, Nuh, Ibrahim, Ishak, Ismail, Daud, Salomo, Musa, Zakaria, Maria, tidak ada ceritanya menyembah Yesus ?

Kalau Yesus=Tuhan=Allah dan Yesus mati disalib lalu dimana sifat Maha Hidup, Kekal, Tidak Berawal Tidak Berakhir dan Maha Kuasa-Nya ? Siapa yang kuasa mematikan Tuhan? Lalu saat Tuhan mati yang mengatur alam semesta ini siapa ? yang menjawab doa siapa ? Yang menggantikan/ mengambil peran Tuhan siapa? Ataukan ada Tuhan lain yang mengendalikan alam semesta seisinya ?

 Kenapa Tuhan punya silsilah bahkan ada 2 versi yg sangat berbeda ( versi Matius dan Lukas )? Berarti Tuhan punya bapak, kakek, buyut, nenek moyang? Kenapa dalam daftar silsilah Tuhan Yesus ada Yehuda yang bersundal dng Tamar menantunya ? Lalu menurunkan Daud yang mengintip dan menzinahi Betsyeba istri Uria prajuritnya bahkan merancang terbunuhnya Uria ? Daud dan Betsyeba menurunkan Salomo yang beristri 700 bergundik 300. Salomo lebih mencintai istri-istrinya daripada Tuhan. Salomo juga menyembah berhala. Apakah Logis Tuhan Maha Suci, Maha Mulia adalah keturunan orang-orang pezina, amoral dan musyrik ? Ajaibnya lagi, tuhan Yesus itu keturunan Salomo sekaligus keturunan Natan kakak kandung Salomo. Nalar nggak ? Apakah iman itu harus memperkosa akal ?


TAUHID adalah menyembah hanya kepada Allah Yang Esa. Yesus dan para Nabi mengajarkan Tauhid. Ayat-ayat Tauhid bertebaran di dalam Alkitab, baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru. Tetapi Paulus mengajarkan penuhanan Yesus, menyembah Trinitas. Yesus mempertahankan Taurat tetapi Paulus mencampakkan Taurat. Kenapa lebih mengikuti Paulus daripada Yesus yang mereka pertuhankan ? Berarti lebih tuhan Paulus daripada Yesus ?


Bani Israel terdiri dari 12 suku. Yesus diutus Allah hanya untuk Bani Israel, melarang murid-muridnya menyebarkan Injil keluar dari Bani Israel dan kelak menghakimi 12 Suku Bani Israel. Kenapa para misionaris berdalih melaksanakan amanat agung, mengkristenkan seluruh bangsa baik jawa, cina, batak dsb? Apakah mereka itu Bani Israel? Kalau ”YA”, mereka termasuk suku Bani Israel yang mana? Kenapa menuhankan Yesus tapi menentang ajarannya ?


Seabreg kenapa, seabreg kemusykilan, seabreg kontradiksi, seabreg amoralitas didalam Bible semakin membuatku bimbang. Saya jadi malas dan enggan ke gereja, enggan membuka Bible apalagi sudah direvisi Al Qur’an.


Malam natal 24 Desember 1998, saya memaksakan diri mencoba untuk kembali mengikuti kebaktian, bukan kedamaian yang saya peroleh tapi galau itu semakin memuncak. Sejuta tanya tetap tak terjawab menggelorakan pemberontakan dalam hati. AGAMA, TUHAN, KITAB SUCI adalah masalah KEBENARAN BUKAN PEMBENARAN, maka harus tepat memilihnya karena berujung surga atau neraka!


Disaat Alkitab dan Gereja tidak mampu menjawab segala tanya sehingga semakin jauh dari hati, peristiwa mengerikan nyaris merenggut nyawa saya. Melaju kencang menuju Madiun, ban mobil saya tiba-tiba kempes tertancap potongan plat besi yang terlindas. Mobil jadi zig zag tak karuan. Seketika wajah jadi pucat pasi, jantungpun berdetak kencang. Ketakutan akan kematian spontan menghantui saya. Ngeri sekali ! akan kemanakah jiwaku jika aku mati ? Kristen sudah kutinggalkan dan belum menemukan agama yg benar. Untung Tuhan masih menyelamatkan. Saya berhasil mengendalikan mobil dan menepi. Berhenti di pinggir persawahan sangat luas, jauh dari mana-mana. Tiba-tiba kudengar suara Adzan magrib... Bergetar hati... inikah jawaban ? ...saya harus segera memutuskan !


Ketika teman meminjami buku Akhlak Islam , Masya Allah saya begitu ta’jub. Hal-hal yang nampaknya sepele pun oleh Islam diperhatikan, diatur dan ada petunjuknya didalam Al Qur’an maupun Hadist. Misal, sehabis hubungan suami istri wajib mandi besar, wanita haid tidak diperkenankan sholat , masuk masjid dan membaca Al Qur’an suci, istri pergi harus seijin dan diridhoi suaminya, yang jalan memberi salam yang duduk dsb. Tentulah hal-hal besar dan penting lebih diperhatikan lagi !


Islam betul-betul tuntunan dan pedoman hidup dari Tuhan. Sangat kontras dng Kristen, dimana hal-hal besar dan sangat mendasar seperti beragama Kristen, merayakan Natal dan menyembah Trinitas ternyata tidak diwahyukan Allah alias rekayasa ajaran manusia semata.


Setelah bertahun-tahun saya mengalami pergulatan batin, melakukan perenungan serta memohon petunjuk kepada Tuhan yang sebenar-benarnya Tuhan, maka Februari 1999, Allah melapangkan dada saya untuk memeluk Islam, Agama Kebenaran, Agama Tauhid dari Allah, Agama yang dianut dan diajarkan oleh semua Nabi dan Rasul. Syariat Islam berkembang dari Rasul demi Rasul menuju syariat Rasul Muhammad saw yg telah tuntas, sempurna dan diridloi Allah.


Beberapa ujian setelah saya Islam antara lain:

  1. Keluarga, teman dan tetangga yang Kristen mengucilkan saya sementara orang-orang Islam masih mencurigai keIslaman saya.
  2. 14 Agustus 2001 Dokter memvonis umur saya tinggal 2 tahun karena sakit parah. 
  3. Saya sempat terperosok kedalam kesesatan. Sholat di masjid2 kuno, akrab dng kuburan2 keramat/wali minta berkah, makan roti dirajah tulisan arab, amalan ini itu, pakai ini itu agar terkabul hajat. Semua saya lakukan atas petunjuk Kyai, yang katanya kebal senjata, dapat memukul lawan dari jarak jauh. Terkuaklah dusta Kyai. Ketika saya menghadapi masalah dikepung orang orang yang akan mencelakai saya. Sang kyai tidak mampu berbuat apa-apa selain komat-kamit didalam rumah tidak berani keluar. Ketika mengalami kecelakaan, sang Kyai cidera berat dan anaknya meninggal. Dimana keampuhannya ? Dzikir tahlil wiridan semalam suntuk lebih diutamakan daripada kewajiban sholat subuh tepat waktu berjamaah di masjid. Jadwal sholat subuhpun bergeser jam 10 pagi karena bangunnya selalu siang.
  4. Usaha bangkrut ditipu Kyai yg berlagak membimbing saya. Mungkin Allah menegur saya karena mengabaikanNya, lebih taat dan bergantung pada Kyai.
  5. Suami saya kedua, satu-satunya manajer yang kokoh beragama Islam di suatu perusahaan otomotive besar, diperlakukan sangat diskriminatif dan tidak menyenangkan oleh pimpinannya yang baru saja diangkat sebagai pendeta. Oleh teman-temannya yang aktifis gereja, dikondisikan agar tidak kerasan dan akhirnya memilih mengundurkan diri.
  6. 18 Agustus 2003 ketika keislaman saya mulai bersemi suami saya kedua yang mengenalkan Islam dan membimbing saya, tanpa sakit dipanggil Allah SWT. Padahal ketika itu justru sayalah yang sedang sakit keras dan pedihnya lagi uang didompetpun tinggal Rp. 10.000,-  
  7. Seminggu kematian suami, Ibu datang dari Lombok menekan saya untuk kembali Kristen. Ketika saya nekad Islam maka semua biaya hidup saya sejak kecil hingga dewasa harus saya kembalikan. Untung saya punya Allah tempat bergantung dan Maha Kaya. Dibantu Ustad dan beberapa rekan saya mampu mengembalikan apa yang diminta Ibu.
  8. Karena menjanda lagi dan sendiri, saya bermaksud mengambil anak saya yang dipelihara ibu saya di Lombok untuk saya didik dan menemani saya di Solo. Tetapi tidak diperkenankan Ibu kecuali kalau saya kembali Kristen. Padahal untuk mendapatkan anak yg semata wayang itu, ibaratnya, saya harus mempertaruhkan nyawa hampir keguguran sampai 3X. Sayapun susah payah mengandungnya.
  9.  Malam 27 Ramadhan Tahun 2004 anak saya dari Lombok menelpon memberikan pilihan : ‘Pilih Anak atau Agama’, kalau pilih anak harus kembali ke Kristen. Karena saya telah bersyahadat, berikrar setia kepada Allah, maka tegas tanpa ragu tidak perlu berpikir panjang saya pilih agama. Allah lebih pantas dicintai, lebih pantas dinomor satukan, lebih kokoh dijadikan tempat bergantung daripada apapun juga termasuk anak dan seluruh keluarga. Sejak itu pula saya resmi di PHK seluruh keluarga. Oleh nenek saya dari pihak ibu, saya di PHK sebagai cucu, Pakde Bude memPHK saya jadi keponakannnya, Bapak-Ibu memPHK saya sebagai anak, adik-adik yang sejak kecil saya turut mengasuh, membiayai pendidikan dan pernikahan mereka, telah memPHK saya sebagai kakak. Kalaupun dalam mempertahankan Islam, kehilangan harta, anak dan keluarga masih belum cukup, masih pula harus kehilangan hidup dan nyawa saya satu-satunya, asal tidak kehilangan ridho dan rahmat-Mu Ya Allah, hamba siap ! Semoga Allah mengokohkan iman hamba.
  10. Prihatin dengan maraknya pemurtadan dan kristenisasi, padahal saya telah paham dan meyakini betul benarnya Islam dan sesatnya Kristen, maka saat ini saya bergabung dng Forum Arimatea Solo menyampaikan mana agama yang Haq mana agama yang Batil. Turut berdakwah membentengi umat dari bahaya pemurtadan dan kristenisasi. Sayapun jadi biasa menerima ancaman. Pernah dilaporkan di kelurahan dianggap membuat keresahan, akan dilaporkan polisi, akan dibunuh, akan digantung maupun akan dirobek-robek muka saya. Tetapi saya tidak gentar dan Insya Allah tidak akan mundur sejengkalpun. Karena Allah yang Maha Kuasa dan Maha menepati janji menjanjikan lewat Qur’an surat Muhammad ayat 7 : “BARANGSIAPA MENOLONG AGAMA ALLAH MAKA ALLAH AKAN MENOLONGNYA DAN MENGUKUHKAN KEDUDUKANNYA.” Dan siapapun tak akan mampu mendatangkan kemudharatan jika Allah tidak menghendaki itu terjadi.

Gelombang ujian yang bertubi-tubi janganlah menyurutkan iman. Allah tidaklah zalim membuat hambaNya menderita. Allah mencintai hambaNya, menatar dan menggembleng hambaNya agar layak menempati kedudukan yang lebih mulia disisiNya. Sungguh mengagumkan orang mukmin itu, diuji penderitaan ia bersabar. Itu baik baginya. Diuji nikmat ia bersyukur dan itupun baik baginya.

Inilah sekelumit kisah kegalauan saya terhadap Kristen yg saya anut selama 30an tahun dan perjuangan saya dalam mempertahankan hidayah Dienul Islam. Agama mulia yang mengajarkan amar makruf nahi munkar dan beriman kepada Allah. Satu-satunya jalan lurus menuju rahmat Allah, keselamatan, kebahagiaan dan kenikmatan hakiki dan abadi ... Surga Allah !

Semakin mempelajari Kristologi saya menemukan bukti-bukti berikut yang menguatkan bahwa Kristen bukan wahyu Tuhan :

  1. Tidak ada satupun ayat di Bible menunjukkan bahwa Allah maupun Yesus menyuruh manusia beragama Kristen. Bahkan ayat Kis 11:26 menunjukkan bahwa istilah Kristen baru muncul setelah Yesus diyakini mati dan naik ke surga. Berarti Yesus belum dengar, tidak kenal apalagi mengajarkan Kristen.
  2. Amanat Agung (misi mengkristenkan dunia) dalam Matius 28:16-20 ternyata ayat tambahan ciptaan para penginjil untuk menyebarkan ajaran Kristen ke seluruh dunia. Pemalsuan ini dibeberkan oleh Hugh J. Schonfield nominator Nobel tahun 1959 dalam buku The Original New Testament, Juga oleh Robert Funk, Profesor Ilmu Perjanjian Baru dalam buku The Five Gospels.
  3. Doktrin Kristen bahwa “Firman adalah Tuhan…” dalam ayat Yohanes 1:1-18 ternyata memanipulasi hymne Platonis yang semula berbunyi “…Logos (firman) itu berasal dari Tuhan…” Pemanipulasian ayat ini dibeberkan oleh Bapa Gereja Santo Agustinus dalam bukunya The Confession of St. Augustine.
  4. Jesus seminar terdiri dari 76 ahli-ahli Alkitab dari berbagai disiplin ilmu dari Amerika Utara yang berseminar 2x setahun sejak 1985-1996, menegaskan bahwa pernyataan dan perbuatan Yesus yang tertulis di Alkitab, 82%nya meragukan hingga palsu.
  5. Penuhanan Yesus dikukuhkan oleh manusia pada th.325 dalam Konsili (musyawarah para Uskup ) di Nicea yang dipimpin oleh Kaisar Konstantin dihadiri 318 uskup.
  6. Penuhanan Roh Kudus menyusul dikukuhkan oleh manusia th.381 di Konsili Konstantinopel I dipimpin Kaisar Teodosius dihadiri 150 uskup. Konsili juga menambahkan Credo “Percaya bahwa Roh Kudus adalah Tuhan” 
  7. NATAL ! perayaan paling meriah sekaligus ibadah paling sakral bagi umat Kristiani, ternyata bukan perintah Tuhan, bukan ajaran Yesus, tidak ada di Bible. Natal baru muncul abad IV, mengadopsi dan menggantikan perayaan kelahiran dewa matahari.
  8. Ditetapkannya tgl. 25 Desember sebagai hari kelahiran Tuhan Yesus adalah KEBOHONGAN PUBLIK karena menyelisihi Bible (Lukas 2:8, Matius 2:1-2) , menyelisihi Al Qur’an ( QS Maryam : 23-25) tetapi mengikuti ajaran paganisme (penyembahan berhala) bahwa dewa-dewa: Mithra di Persia, Baachus di Yunani, Krisna di India dsb diyakini lahir tgl. 25 Desember dan dirayakan besar-besaran. Tuhan lahirnya ikutan berhala ?
  9. Ketentuan Tuhan bahwa Hari Sabat, hari ibadah adalah hari Sabtu, digeser Kaisar Konstantin menjadi hari Minggu, mengikuti hari suci mingguannya para penyembah dewa matahari yaitu Hari menyembah Matahari (SUN DAY) alias Minggu. Ketentuan Tuhan diabaikan, ketentuan manusia ditaati.
  10. Doktrin ketuhanan Trinitas (Tuhan Bapa/Allah, Anak/Yesus dan Roh Kudus) ajaran Paulus (bukan ajaran Yesus) nampak mengadopsi pola penyembahan Tritunggal kaum Paganis (penyembah berhala) yang sangat luas penyebarannya dan kuat pengaruhnya baik dimasa sebelum, disaat maupun sesudah Yesus .
 Contoh Pola Penyembahan Tritunggal yg dilestarikan Kristen jadi Trinitas :

WILAYAH     TUHAN 1     TUHAN 2     TUHAN 3

India     Brahma     Wisnu     Syiwa

Persia     Oromasdes     Mithra     Arimanius

Mesir     Osiris     Horus     Typhon

Yunani     Orphicphanes     Ericapeus     Metis


Sebaliknya, semakin mengkaji dan mengamalkan Islam semakin terkuak betapa hebat dan dahsyatnya Islam. Klop dng fitrah manusia, menghargai akal dan tidak pernah merendahkan akal. Tetapi yang jelas memang dari Allah, milik Allah swt dan akan selalu dijaga oleh Allah sendiri dari campur tangan manusia yang menyesatkan.

Setelah saya banyak mengkaji Al Qur’an ternyata banyak sekali koreksi terhadap kesesatan dan makar Kristen. Diantaranya menyiratkan :



  1.Mereka menulis Alkitab dng tangan mereka lalu dikatakan dari Allah QS 2:79

 2.Kristen Bukan dari Allah QS 3:19

 3.Kristen Ditolak Allah QS 3:85

 4.Kristen adalah kafir dan masuk neraka jahanam Qs 5:72,73 QS 98:6

 5.Yesus bukan Putra Allah dan Kristen mengikuti Paganisme QS 9:30

 6.Yesus tidak pernah mengatakan dirinya Tuhan QS 5:116

 7.Yesus tidak dibunuh dan tidak disalib berarti tidak ada penebusan dosa QS 4:157

 8.Tuhan tidak beranak dan tidak diperanakkan QS 112:3

 9.Kristen menyimpang dari ajaran Yesus QS.23:53

 10.Yesus hanya hamba dan nabi Allah QS 19:30

 11.Kristen melampaui batas dalam beragama QS 4:171

 12.Tidak boleh dipilih sebagai pemimpin / teman akrab QS 5:51,57

 13.Tidak akan senang hingga mukmin mengikuti millah mereka QS 2:120

 14.Selalu memerangi dan memurtadkan muslim QS 2:217

 15.Menghalangi jalan Allah dan menghendaki jadi bengkok QS 3:99

 16.Jika diikuti akan mengembalikan mukmin jadi kafir QS 3:100


Sungguh betapa malu, hina dan celakanya saya dihadapan Allah SWT Rabb semesta alam, Pencipta, Penguasa, Pemelihara segalanya, Pemberi rejeki dan segala fasilitas hidup, Pemilik Surga dan Neraka, sekiranya sampai ajal menjemput masih berkubang dalam agama lama yang sesat dan menyesatkan, yang menyelisihi pedoman hidup yang diberikan Allah.

Sungguh saya bersyukur bahwasanya Allah SWT telah mengentaskan saya dari kesesatan dan menunjuki saya jalan lurus yang terang benderang memisahkan yg haq dan yg batil yaitu Dienul Islam. Namun Sekaligus saya sangat prihatin karena begitu banyak saudara saya sudah muslim sejak lahir tetapi tidak memahami betapa Islam jauh lebih berharga dari dunia seisinya, lebih bernilai dari nyawa kita satu-satunya. Karena bodoh akan Islam, mereka mudah diperdaya setan jin maupun setan manusia, mudah murtad meninggalkan Islam.

Akhirnya saya mohon doa agar saya dan suami saya sekarang (Pengurus Arimatea Solo) selalu mendapat rahmat, barokah dan inayah Allah. Agar sisa umur kami bermanfaat dan mampu memberikan kontribusi sebesar besarnya bagi Islam dan Umat Islam.

Tetap istiqomah dijalan Allah sampai ajal menjemput dng husnul khatimah atau syahid dijalan-NYA. Amiin.

KENAPA HARUS dan HANYA ISLAM ?

Fakta, begitu banyak agama/ keyakinan/ paham di dunia ini. Hanya satu yang baik, yang benar, yang lurus , yang dari Allah dan diridhoi_NYA, yang mampu mengantarkan kita ke Surga_NYA nan abadi. juga membawa damai sejahtera penuh barokah dan rahmat Allah saat di dunia. Yaitu Islam ! Tetapi kalau faktanya Umat Islam tidak damai sejahtera penuh barokah dan rahmat Allah, bukan karena Agama Islam yang salah tetapi karena UMAT ISLAM TIDAK MELAKSANAKAN AJARAN ISLAM.

Tegas ! Selain Islam, adalah sesat dan menyesatkan ! mengantarkan ke Neraka Jahanam, kekal didalamnya sekaligus menjadikan penganutnya seburuk-buruk makhluk ! (QS 3:85, 98:6, 6:153) Meskipun dipeluk mayoritas penduduk bumi, meskipun disahkan oleh Negara, meskipun banyak pendusta mengatakan semua agama itu baik dan benar dan juga berhak masuk Surga.

Bukan fanatik, tetapi kebenaran harus ditegakkan. Jangan biarkan kesesatan merajalela menenggelamkan kebenaran sehingga yang benar nampak buruk, yang batil dianggap baik, bahkan disanjung-sanjung.

Sekali lagi kalau mau selamat dunia akherat, Harus Islam sampai mati ! Kenapa ?

1. HANYA ISLAM AGAMA MILIK ALLAH PEMILIK SURGA

 Qs Ali Imran (3) : 19

 Sesungguhnya agama di sisi/ milik Allah hanyalah Islam 

Selain Islam bukan dari Allah tetapi produk budaya manusia. Maka di Kitab suci manapun selain Islam tidak akan pernah dijumpai ayat yang tegas gamblang menyatakan / menyebut nama agama tersebut. Contoh : penamaan agama Yahudi, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Kong Hu Cu dsb adalah sebutan yang diberikan oleh manusia, bukan nama agama dari Allah.


  2. HANYA ISLAM JALAN YANG LURUS MENUJU SURGA ALLAH.

 Qs. Al An’aam (6) : 153

 dan bahwa ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya...

Allahlah Pencipta dan Penguasa Surga dan manusia. Islam adalah Jalan Allah, jalan menuju Allah, keridhoan dan Surga-NYA. Jalan-jalan lain menjauhkan dari jalan Allah dan menjauhkan manusia dari Keridhoan dan Surga Allah.


3. SELAIN ISLAM DITOLAK ALLAH DAN DIAKHIRAT RUGI

 Qs Ali Imran (3) : 85

 Barang siapa mencari selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi

Tidak Islam = tidak mengikuti Aturan dari Allah maka ditolak Allah Sang Hakim, Sang Penentu. Kenapa Rugi ? Karena sebaik dan sebanyak apapun amalnya di dunia tidak ada pahalanya, tidak mungkin masuk Surga dan tempatnya di Neraka kekal abadi dalam adzab yang pedih.


4. ISLAM SATU-SATUNYA AGAMA UNTUK SELURUH UMAT MANUSIA, DIANUT dan DIAJARKAN SEMUA RASUL

 QS AnNahl ( 16 ) : 36

 Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Taghut itu",


QS Al Mukminun (23) : 52

Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku. 

Islam berinti Tauhid ( menyembah dan berserah diri hanya kpd Allah dan menjauhi Taghut ) telah diajarkan oleh Rasul pada setiap Umat. Islam = Agama yang satu, dari Allah untuk semua umat. Munculnya agama lain seperti Yahudi, Kristen dsb, karena menyimpangnya pengikut-pengikut Rasul (QS. Al Mukminun :53 ). Selain inti ajaran yaitu Tauhid, Islam memberi aturan ( Syariah ) yang berbeda-beda untuk tiap Umat, tiap periode Rasul. Syariah berkembang sesuai perkembangan Umat.


5. HANYA AGAMA ISLAM yang SEMPURNA, dan DIRIDHLOI ALLAH

 QS Al Maidah (5) : 3

 …Pada hari ini telah KU_sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah KU_cukupkan kepadamu nikmat_KU, dan telah KU-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…

Perkembangan Syariah Islam dari periode rasul ke rasul akhirnya mencapai kesempurnaan dan telah dirihoi Allah ketika turunnya ayat ini, menjelang Nabi Muhammad wafat.

Marilah sami’naa wa atha’naa. Dengar dan LAKSANAKAN ! tidak perlu seperti kaum liberal yg hobi meniru Iblis mengkritisi Syariat dan ketentuan Allah. Dari Allah PASTI BAIK ! sebab Allah Maha Tahu, Maha Bijak, Maha Sempurna. Apalagi kita ini sangat bergantung dan pasti kembali kepadaNYA.

Sumber : Nadianto / Dewi Purnamawati,